Wednesday, September 22, 2004

How to Say I Love You

  • English - I love you
  • Afrikaans - Ek het jou lief
  • Albanian - Te dua
  • Arabic - Ana behibak (to male)
  • Arabic - Ana behibek (to female)
  • Armenian - Yes kez sirumen
  • Bambara - M'bi fe
  • Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi
  • Belarusian - Ya tabe kahayu
  • Bisaya - Nahigugma ako kanimo
  • Bulgarian - Obicham te
  • Cambodian - Soro lahn nhee ah
  • Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a
  • Catalan - T'estimo
  • Cheyenne - Ne mohotatse
  • Chichewa - Ndimakukonda
  • China - Wo ai ni
  • Corsican - Ti tengu caru (to male)
  • Creol - Mi aime jou
  • Croatian - Volim te
  • Czech - Miluji te
  • Danish - Jeg Elsker Dig
  • Dutch - Ik hou van jou
  • Esperanto - Mi amas vin
  • Estonian - Ma armastan sind
  • Ethiopian - Afgreki'
  • Faroese - Eg elski teg
  • Farsi - Doset daram
  • Filipino - Mahal kita
  • Finnish - Mina rakastan sinua
  • French - Je t'aime, Je t'adore
  • Gaelic - Ta gra agam ort
  • Georgian - Mikvarhar
  • German - Ich liebe dich
  • Greek - S'agapo Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
  • Hiligaynon - Palangga ko ikaw
  • Hawaiian - Aloha wau ia oi
  • Hebrew - Ani ohev otah (to female)
  • Hebrew - Ani ohev et otha (to male)
  • Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw
  • Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
  • Hmong - Kuv hlub koj
  • Hopi - Nu' umi unangwa'ta
  • Hungarian - Szeretlek 46> Icelandic - Eg elska tig
  • Ilonggo - Palangga ko ikaw
  • Indonesian - Saya cinta padamu
  • Inuit - Negligevapse
  • Irish - Taim i' ngra leat
  • Italian - Ti amo
  • Japanese - Aishiteru
  • Kannada - Naanu ninna preetisuttene
  • Kapampangan - Kaluguran daka
  • Kiswahili - Nakupenda
  • Konkani - Tu magel moga cho
  • Korean - Sarang Heyo
  • Latin - Te amo
  • Latvian - Es tevi miilu
  • Lebanese - Bahibak
  • Lithuanian - Tave myliu
  • Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
  • Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
  • Mandarin Chinese - Wo ai ni
  • Marathi - Me tula prem karto
  • Mohawk - Kanbhik
  • Moroccan - Ana moajaba bik
  • Nahuatl - Ni mits neki
  • Navaho - Ayor anosh'ni
  • Norwegian - Jeg Elsker Deg
  • Pandacan - Syota na kita!!
  • Pangasinan - Inaru Taka
  • Papiamento - Mi ta stimabo
  • Persian - Doo-set daaram
  • Pig Latin - Iay ovlay ouyay
  • Polish - Kocham Ciebie
  • Portuguese - Eu te amo
  • Romanian - Te ubesk
  • Russian - Ya tebya liubliu
  • Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
  • Serbian - Volim te
  • Setswana - Ke a go rata
  • Sign Language - ,\,,/ (represents position of fingers when signing 'I Love You')
  • Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
  • Sioux - Techihhila
  • Slovak - Lu`bim ta
  • Slovenian - Ljubim te
  • Spanish - Te quiero / Te amo
  • Swahili - Ninapenda wewe
  • Swedish - Jag alskar dig
  • Swiss-German - Ich lieb Di
  • Tagalog - Mahal kita
  • Taiwanese - Wa ga ei li
  • Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
  • Tamil - Nan unnai kathalikaraen
  • Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
  • Thai - Chan rak khun (to male)
  • Thai - Phom rak khun (to female)
  • Turkish - Seni Seviyorum
  • Ukrainian - Ya tebe kahayu
  • Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
  • Vietnamese - Anh ye^u em (to female)
  • Vietnamese - Em ye^u anh (to male)
  • Welsh - 'Rwy'n dy garu
  • Yiddish - Ikh hob dikh
  • Yoruba - Mo ni fe

Batak - holong do rohaku tu ho.. hasian..
Singlish - I Love U Laaaaah...
Madura - engko' terro ka be'en

Wednesday, September 15, 2004

Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.


Renungan :

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.

100 Hari yang Berharga

100 Hari Yang Berharga

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukanapapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisaberbagi waktu denganku."

Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berduasaja yang tidak punya pasangan sekarang." (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"

Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapabulan ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..." (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya.Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh.Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang" kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "

Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?"

Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya"

Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.

Peter : "Ada apa pak?"

Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.

Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya."

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.

Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat.

Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.

Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku.
Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku.
Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58 pm
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari!

Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!

Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100...

--------------------------------------------

Renungan :
Katakanlah perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidakakan pernah kembali lagi.

True love doesn't have a happy ending, because true love never ends....